Senin, 29 April 2019 Program Studi Pendidikan akuntansi FKIP UMS menyelenggaraan Seminar nasional Pendidikan, Call For Papaer Ke-4 dan Olimpiade ekonomi Akuntansi Se-Jateng&DIY. Seminar nasional ini menghadirkan beberapa narasumber diantaranya:

  1. Dr. rer.nat. Asep Supriyatna., M.Si
  2. Dr.Sabar Narimo, M.M., M.Pd
  3. Sulistyo, S.Pd., M.M

Seminar nasional diselenggarakan dengan mengangkat tema “Pengembangan Kualitas Pembelajaran Era Generasi Milenial”.

        Pilihan seorang guru dalam merancang dan menerapkan suatu model pembelajaran di kelas sangat menentukan keberhasilan siswa belajar. Suatu pembelajaran seharusnya dirancang guru berdasarkan situasi didaktis yang diharapkan, prediksi dan antisipasi respon siswa, serta bantuan atau scaffolding atas permasalahan atau tantangan yang diberikan. Seorang guru yang berpengalaman akan memilih tantangan atau permasalahan dalam pembelajaran yang diberikan kepada siswa agar menarik siswa dan menubuhkan rasa ingin tahu atau menantang siswa belajar.
Seorang guru harus mampu menumbuhkan motivasi siswa untuk belajar dan mencari tahu jawabannya.
Di sisi lain, seorang guru yang baik harus memberikan pengalaman belajar kepada anak agar anak memiliki beberapa kopetensi yang diperlukan sebagai modal hidupnya, antara lain: kempuan berfikir kritis, kemapuan kolaborasi, kemampuan inovasi, kemampuan IT, serta kemampuan komunikasi, sebagiamana tuntutan zaman milenial.

           Keberhasilan guru dalam melaksanakan pembelajaran sangat dipengaruhi oleh bagaimana guru merancang rencana pembelajarannya. Dalam merancang pembelajaran diperlukan gambaran situasi didaktis yang diharapkan, prediksi dan antisipasi respon siswa, serta bantuan atau scaffolding atas permasalahan atau tantangan yang diberikan. Situasi didaktis yang diciptakan harus menarik, menantang, menumbuhkan rasa ingin tahu, dan meningkatkan motivasi siswa belajar. Antisipasi dan prediksi respon siswa atas tantangan dan permasalahan yang diberikan di kelas harus dimiliki guru. Siswa perlu diberi kesempatan untuk mengeksplorasi informasi melalui buku maupun internet/HP dalam menjawab tantangan atau permasalahan yang diberikan di dalam kelas. Guru perlu memberikan bantuan atau scaffolding atas permasalahan atau tantangan yang diberikan. Siswa perlu diberi kesempatan berkolaborasi dalam menjawab tantangan atau permasalahan dalam pembelajaran. Siswa perlu diberi kesempatan untuk mengkomunikasikan pemahaman konsepnya kepada siswa lain secara kelompok maupun klasikal.
Melalui cara seperti ini diharapkan siswa cukup mendapatkan bekal hidupnya berupa kemampuan berfikir kritis, berkolaborasi, memanfaatkan dan menggunakan ICT, inovatif, berkomunikasi dan kerjasama, serta memiliki pemahaman konsep dan konteks suatu materi ajar dengan baik.