Temu Tahunan dan Seminar Nasional APE-LPTKI

20151106_212128Program Studi Pendidikan Akuntansi pada tanggal 6 s.d 9 November 2015 mengikuti acara temu tahunan dan seminar nasional dalam agenda APE-LPTKI, Program Studi Pendidikan Akuntansi adalah salah satu anggota dan satu-satunya anggota dari PTS yang ergabung dalam Asosiasi tersebut, Tuan Rumah acara tersebut adalah Fakultas Ekonomi (FE) Universitas Negeri Medan (Unimed) . “Semirata ini semacam pertemuanrutinseluruh fakultas ekonomi perguruan tinggi yang dulu dikenal dengan IKIP. Jadi tahun ini tuan rumanya FE Unimed,” ujar Dekan FE Unimed Prof Indra Maipita, kemarin.

Ia mengatakan, saat ini ALPTKI tengah menyinkronkan langkah perguruan tinggi seluruh Indonesia menghadapi pasar bebas MEA. Karena itu, sudah ada 85 perguruan tinggi di Indonesia yang bersedia hadir pada acaraini. Selainmahasiswa, panitia juga mengundang dosen dari perguruan tinggi terkait sebagai peserta. Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Menristek Dikti) Mohamad Nasir dijadwalkan hadir sebagai keynote speaker.

Untuk kegiatan seminar yang mengangkattema“Implementasi Pendidikan Dalam Menciptakan Kemandirian Belajar dan Jiwa Entrepreneur Menyongsong MEA” akan menghadirkan sejumlahpembicarapenting. Diantaranya Rektor Unimed Prof Syawal Gultom yang akan menyampaikan materi terkait implementasi pendidikan dalam menciptakan kemandirian belajar.

Kemudian Prof. Iwan Jaya Aziz dari Universitas Indonesia, yang akan membahas perkembangan baru pembelajaran ekonomi. Karena itu, seminar ini sangat penting, karena ada beberapa hal yang harus disiapkan perguruan tinggi jika ingin berperan di MEA. “Sekarang perguruan tinggi sudah siap atau tidak. Jawabannya bisa iya, bisa tidak. Tapi dengan seminar ini diharapkan ada formulasi yang diterapkan perguruan tinggi masing-masing, khususnya bidang pendidikan dalam menghadapi masyarakat MEA. Baik dari sisi pembelajaran, strategi belajar mengajar, penyesuaian kurikulum sampai arah riset dan pengabdian dosen,” tuturnya.

Menurut Prof Indra, selama ini tidak hanya perguruan tinggi saja yang masih jalan sendirisendiri, tapi industri dan pemerintah masih berjalan masingmasing dengan kebijakannya. Padahal, tiga unsur ini harus bersinergi menyongsong MEA. “Sebab pemerintah daerah dan industri lah nanti yang akan memakai output perguruan tinggi. Sinergi ini yang belum berjalan baik. Dari sisi perguruan tinggi mungkin sudah bagus. Tapi di jaringannya belum, karena antara kebutuhan pemerintah dan industri belum seperti yang diharapkan,” ujarnya.

Sementara Rektor Unimed, Syawal Gultom, mengatakan, untuk menghadapi MEA, pihaknya terus meningkatkan kualitas SDM melalui riset dan penelitian. Hal ini bertujuan agar lulusan Unimed menjadi sarjana berkualiatas sehingga benarbenar siap bersaing di tengah MEA. Dia berharap, seminar nasional dan rapat tahunan APELPTK ini dapat menghasilkan strategi bersama perguruan tinggi dalam menyiapkan alumninya menghadapi MEA.

Leave a reply

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>