
Himpunan Mahasiswa Program Studi (HMP) Pendidikan Akuntansi FKIP Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) menyelenggarakan Kuliah Umum Mahasiswa pada 15 Juni 2026 bertempat di Gedung Microteaching Lantai 4 FKIP UMS. Kegiatan ini menghadirkan dua narasumber yang berasal dari kalangan akademisi, praktisi, sekaligus alumni yang memberikan wawasan mengenai tantangan dan peluang generasi muda di era transformasi digital.


Sesi pertama disampaikan oleh Rochman Hadi Mustofa, S.Pd., Gr., M.Pd., dosen Pendidikan Akuntansi UMS sekaligus fasilitator implementasi Kurikulum Pembelajaran Mendalam. Dalam materinya, Rochman mengajak mahasiswa untuk memandang perkembangan Artificial Intelligence (AI) bukan sebagai ancaman, melainkan sebagai peluang untuk meningkatkan kapasitas diri dan memperluas kontribusi di masyarakat.

Menurutnya, mahasiswa memiliki posisi strategis sebagai agent of change yang mampu menjembatani perkembangan teknologi dengan kebutuhan masyarakat. Kemampuan berpikir kritis, kreativitas, komunikasi, kolaborasi, serta literasi digital menjadi kompetensi penting yang perlu terus dikembangkan agar mahasiswa mampu beradaptasi dengan perubahan yang sangat cepat.
“Teknologi akan terus berkembang, tetapi nilai, karakter, kemampuan berpikir kritis, dan kemauan untuk terus belajar adalah hal yang membuat manusia tetap relevan,” ungkapnya di hadapan peserta kuliah umum.
Sementara itu, sesi kedua menghadirkan Amatullah Ashshobriatun Nuha, S.Pd., Gr., alumni Pendidikan Akuntansi UMS yang saat ini berkarier di Yayasan Al Abidin Boarding School (AABS) Karanganyar pada level manajerial. Alumni yang akrab disapa Miss Amma tersebut berbagi pengalaman perjalanan kariernya sejak menjadi mahasiswa hingga dipercaya memegang tanggung jawab kepemimpinan di institusi pendidikan.

Dalam pemaparannya, Miss Amma menekankan bahwa dunia kerja saat ini tidak lagi cukup hanya mengandalkan satu kompetensi utama. Ia memperkenalkan konsep T-Shaped Professional, yaitu individu yang memiliki penguasaan mendalam pada satu bidang keahlian tertentu (vertical skill), sekaligus memiliki kemampuan lintas disiplin seperti komunikasi, kepemimpinan, kolaborasi, teknologi, dan pemecahan masalah (horizontal skill).
Menurutnya, kombinasi kemampuan tersebut menjadi modal penting untuk bertahan dan berkembang di dunia kerja yang semakin kompetitif dan dinamis. Selain kompetensi akademik, mahasiswa juga perlu aktif mencari pengalaman melalui organisasi, kepanitiaan, proyek sosial, maupun kegiatan pengembangan diri lainnya.

Meski demikian, Miss Amma mengingatkan bahwa aktivitas organisasi tidak boleh mengorbankan tanggung jawab utama sebagai mahasiswa.
“Aktif berorganisasi itu penting untuk melatih kepemimpinan dan memperluas jejaring. Namun jangan sampai melupakan ruang kelas, karena fondasi kompetensi tetap dibangun dari proses belajar yang dijalani selama kuliah,” pesannya.
Kegiatan berlangsung interaktif dengan antusiasme mahasiswa yang tinggi. Berbagai pertanyaan disampaikan terkait strategi menghadapi persaingan kerja, pengembangan keterampilan di era AI, hingga pengalaman praktis membangun karier setelah lulus kuliah.

Melalui kuliah umum ini, mahasiswa Pendidikan Akuntansi diharapkan semakin termotivasi untuk mempersiapkan diri menjadi lulusan yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga adaptif, inovatif, dan siap menghadapi tantangan dunia kerja masa depan.
