Menjadi Mahasiswa Non-Muslim di Prodi Pendidikan Akuntansi, FKIP, UMS: Menyenangkan!

Saya  Sri Susanna Sembiring, lahir di Ujung Teran, Sumatera Utara, pada tanggal 05 September 2000. Anak pertama dari empat bersaudara. Ayah bernama Rejeki Sembiring dan Ibu bernama Romasi Hutasoit dan mereka sama-sama berprofesi sebagai wiraswasta. Saat ini saya masih menempuh pendidikan di Prodi Pendidikan Akuntansi, FKIP, Universitas Muhammadiyah Surakarta. Tepat 2 Oktober 2019 adalah hari pertama saya memulai studi di kampus ini. Kampus yang cukup terkenal di Jawa Tengah,. Diantara banyak prodi lain yang ditawarkan, saya memilih prodi Pendidikan Akuntansi.

     Sebagai non-muslim, menempuh pendidikan di Program Studi Pendidikan Akuntansi, FKIP, Universitas Muhammadiyah Surakarta memberikan saya banyak pengalaman yang luar biasa, saya bisa belajar hal-hal baru, dapat bertukar pikiran dengan teman baru, suasana baru, tempat yang baru. Banyak perubahan sikap yang saya rasakan selama belajar di UMS dan mental menjadi lebih luar biasa dan tentunya semakin dewasa. Jika teman-teman perhatikan nama kampus ini, mungkin dipikiran teman-teman kampus ini hanya bagi umat muslim. Saya sendiri dulunya juga berpikiran seperti itu, ternyata itu salah, kampus UMS tidak hanya bagi umat muslim, dan kampus UMS tidak menutup kemungkinan untuk menerima mahasiwa atau mahasiswi yang beragama lain.

     Saya merupakan mahasiswi beragama kristen protestan. Menempuh pendidikan di UMS sangatlah nyaman. Semua dosen, karyawan, dan semua teman-teman saya sangat ramah tanpa mempermasalahkan agama saya. Saya tetap mendapatkan perlakuan yang sangat baik. Bahkan, pihak kampus memberikan kesempatan saya untuk belajar agama sesuai dengan keyakinan yang saya miliki. Misalnya, saya tidak diwajibkan menggunakan kerudung/ jilbab, tidak diwajibkan untuk ujian membaca Al-Quran dan Solat, dan ada pengganti kegiatan keagamaan yang lainnya.

Disini, banyak sekali kegiatan-kegiatan ekstrakuliluker yang bisa diikuti seperti ikut organsiasi, pencak silat, group vocal, dan berbagai peminatan lainnya. Dalam perkuliahan, biasanya dosen akan meminta teman-teman sekelas untuk membaca beberapa ayat suci Al-quran, namun saya tidak diwajibkan untuk ikut membaca. Bapak/Ibu dosen juga sangatlah ramah, teman-teman juga baik dan peduli. Selain itu, di kampus ini setiap sore harinya akan ada kegiatan seperti latihan bagi anak olah raga, lari sore bagi yang ingin berlari sore dan ada juga yang melakukan rapat bagi beberapa organisasi.

     Dengan sistem perkuliahan yang saat ini dijalankan, saya yakin akan mendapatkan ilmu dan pengalaman yang luar biasa serta lulus dari prodi Pendidikan Akuntansi, FKIP, UMS tepat waktu. Ditambah lagi, kakak tingkat yang sudah lulus yang telah diterima diberbagai bidang seperti guru, akuntan, perbankan, wirausah, dan lain sebagainya menambah optimisme saya bahwa prodi ini mampu mengantarkan lulusannya meraih kesuksesannya.

Jadi, menjadi mahasiswa non-muslim di prodi Pendidikan Akuntansi, FKIP, UMS sangatlah nyaman, tidak ada paksaan dalam hal agama dan ibadah, serta mendapatkan hak yang sama dengan mahasiswa lainnya. Bahkan, semua dosen, karyawan dan teman-teman saya akan senantiasa membantu saya ketika ada kesulitan. Akhir kata, bagi kalian yang non-muslim dan ingin kuliah di Program Studi Pendidikan Akuntansi, FKIP, UMS jangan ragu ya.

Ditulis oleh: Sri Susana Sembiring, Mahasiswa non-muslim Pendidikan Akuntansi, FKIP, UMS Angkatan 2019

Scroll to Top