Program Studi Pendidikan Akuntansi FKIP Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) melaksanakan kegiatan Focus Group Discussion (FGD) Revitalisasi Kurikulum pada Kamis, 7 Mei 2026, bertempat di Gedung Edutorium KH Ahmad Dahlan UMS. Kegiatan ini berfokus pada diskusi dan validasi hasil instrumen market signal stakeholder, sebagai bagian dari upaya penyusunan kurikulum yang lebih relevan dengan kebutuhan dunia kerja.
FGD menghadirkan berbagai pihak, termasuk alumni dan praktisi yang memberikan masukan berdasarkan pengalaman langsung di dunia kerja. Salah satu poin penting yang mengemuka adalah perlunya penguatan praktik administrasi keuangan yang realistis dan berkelanjutan. Dalam dunia kerja, khususnya pada bidang administrasi keuangan, tantangan utama yang dihadapi adalah tingginya volume transaksi dan kecepatan pencatatan, sehingga dibutuhkan ketelitian dan kemampuan rekonsiliasi yang kuat.
Stakeholder menekankan bahwa mahasiswa perlu lebih sering dihadapkan pada simulasi transaksi harian yang mendekati kondisi nyata, termasuk praktik pencatatan dan rekonsiliasi yang berkesinambungan. Oleh karena itu, mata kuliah seperti Praktik Komputer Akuntansi diharapkan dapat dikembangkan dengan menambahkan studi kasus yang lebih kompleks dan dinamis, tidak hanya terbatas pada kasus sederhana.
Selain itu, kemampuan pengolahan data menggunakan spreadsheet (seperti Microsoft Excel) juga menjadi sorotan utama. Keterampilan ini dinilai sangat penting dalam pekerjaan administrasi keuangan, terutama untuk kebutuhan rekap data, analisis sederhana, hingga pengecekan saldo. Oleh karena itu, penguatan kompetensi digital dalam pengolahan data perlu menjadi bagian penting dalam kurikulum.
Dari sisi pengalaman lapangan, kegiatan PKL atau magang dinilai sangat membantu mahasiswa dalam memahami ritme kerja yang sebenarnya. Namun demikian, terdapat tantangan di lapangan terkait keterbatasan akses data keuangan karena aspek kerahasiaan, sehingga diperlukan pendekatan pembelajaran alternatif melalui studi kasus yang realistis di lingkungan kampus.
FGD juga menyoroti pentingnya penguatan soft skills mahasiswa, seperti ketelitian, manajemen dokumen, disiplin dalam pencatatan, serta kemampuan komunikasi (public speaking) dan sikap profesional (attitude). Hal ini dinilai penting karena dunia kerja tidak hanya mempertimbangkan aspek akademik, tetapi juga kompetensi personal dan interpersonal.
Secara umum, stakeholder menilai bahwa pembelajaran teori yang diberikan selama ini sudah cukup baik, namun perlu diimbangi dengan:
- Penguatan praktik berbasis simulasi kerja nyata dan administrasi digital,
- Pengembangan kemampuan komunikasi, sikap profesional, dan kedisiplinan,
- Penambahan studi kasus pada setiap mata kuliah untuk melatih kemampuan problem solving mahasiswa.
Melalui kegiatan FGD ini, Prodi Pendidikan Akuntansi UMS memperoleh berbagai masukan strategis yang akan menjadi dasar dalam penyusunan kurikulum yang lebih adaptif, aplikatif, dan selaras dengan kebutuhan dunia kerja modern.
