
Program Studi Pendidikan Akuntansi FKIP Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) kembali menyelenggarakan kuliah rekognisi internasional pada mata kuliah Bank dan Lembaga Keuangan dengan menghadirkan Gemma F. Quintana dari Aklan Catholic College pada 9 Juni 2026. Kegiatan yang dilaksanakan secara luring di ruang smartclassroom ini membahas tema investasi dan manajemen modal (capital management) sebagai bagian dari rangkaian perkuliahan bertajuk Understanding Financial Systems in a Global Economy.
Dalam pemaparannya, Gemma menekankan bahwa kemampuan mengelola keuangan merupakan keterampilan penting yang perlu dimiliki sejak usia muda. Ia mengajak mahasiswa untuk memahami bahwa keputusan keuangan yang baik tidak hanya ditentukan oleh besarnya pendapatan, tetapi juga oleh kebiasaan dalam mengelola uang secara konsisten.

Salah satu konsep yang menjadi perhatian mahasiswa adalah pentingnya memahami dampak inflasi terhadap nilai uang. Melalui berbagai ilustrasi sederhana, peserta diajak melihat bagaimana daya beli uang dapat menurun seiring waktu, sehingga menabung saja sering kali tidak cukup untuk mempertahankan nilai kekayaan. Oleh karena itu, investasi dipandang sebagai salah satu strategi untuk menjaga dan mengembangkan nilai aset di masa depan.
Gemma juga membahas fenomena yang dekat dengan kehidupan generasi muda saat ini, seperti gaya hidup konsumtif, tekanan media sosial, belanja daring, layanan berlangganan digital, hingga skema buy now pay later (BNPL) yang dapat memengaruhi kondisi keuangan seseorang. Mahasiswa diajak untuk lebih bijak dalam mengelola pengeluaran serta membedakan kebutuhan dan keinginan.
Selain itu, peserta diperkenalkan pada berbagai strategi pengelolaan keuangan, termasuk pentingnya memiliki dana darurat, menyusun tujuan keuangan jangka pendek, menengah, dan panjang, serta menerapkan prinsip penganggaran yang sehat. Salah satu model yang dibahas adalah pembagian pendapatan untuk kebutuhan pokok, investasi, pengembangan diri, hiburan, dan kegiatan sosial sebagai bentuk keseimbangan dalam pengelolaan keuangan pribadi.
Dalam sesi investasi, Gemma menekankan bahwa keberhasilan investasi tidak selalu ditentukan oleh besarnya modal awal, melainkan oleh konsistensi dan disiplin dalam berinvestasi. Mahasiswa juga diajak memahami perbedaan antara menabung dan berinvestasi, serta pentingnya membangun kebiasaan keuangan yang sehat sejak dini.
Perkuliahan berlangsung sangat interaktif dengan antusiasme mahasiswa yang tinggi. Berbagai pertanyaan muncul terkait strategi investasi untuk mahasiswa, pengelolaan dana darurat, hingga cara mempersiapkan kondisi keuangan setelah lulus dan memasuki dunia kerja. Diskusi yang aktif menunjukkan tingginya minat mahasiswa terhadap literasi keuangan dan investasi sebagai bekal menghadapi tantangan ekonomi di masa depan.
Melalui kegiatan kuliah rekognisi internasional ini, mahasiswa tidak hanya memperoleh wawasan mengenai sistem keuangan global, tetapi juga mendapatkan pemahaman praktis tentang bagaimana membangun fondasi keuangan yang sehat untuk mencapai stabilitas dan kesejahteraan finansial jangka panjang
