Kick-Off PkM Kemitraan Internasional UMS–UNS bersama PCIM Jepang Bahas Ekonomi Hijau dan Literasi Keuangan

Tim Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) dari Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) dan Universitas Sebelas Maret (UNS) menyelenggarakan pertemuan daring (Zoom Meeting) kick-off Pengabdian kepada Masyarakat Kemitraan Internasional bersama PCIM Jepang dan mitra media Prime News. Pertemuan ini menjadi langkah awal kolaborasi internasional yang berfokus pada isu keberlanjutan lingkungan dan manajemen keuangan komunitas.

Kegiatan diawali dengan pembacaan Al-Qur’an, dilanjutkan sambutan dari Indra Rivanto selaku Ketua Prime News dan Mujahidin Ahmad selaku Ketua PCIM Jepang. Keduanya menyampaikan apresiasi atas terjalinnya kerja sama lintas negara ini serta menekankan pentingnya tema kegiatan, yaitu ekonomi hijau, bisnis berkelanjutan, dan literasi keuangan, khususnya bagi komunitas diaspora Indonesia di Jepang.

Mewakili Tim PkM, Dr. Suranto menyampaikan bahwa kegiatan kick-off ini bertujuan sebagai wadah berbagi pengetahuan, menumbuhkan kesadaran, serta mendorong penerapan praktik nyata dalam kehidupan sehari-hari. Kolaborasi ini diharapkan dapat memberikan dampak langsung bagi masyarakat, baik di Indonesia maupun di luar negeri.

Materi pertama disampaikan oleh Prof. Dr. Susilaningih, yang membahas ekonomi hijau dan praktik bisnis berkelanjutan. Beliau menyoroti tantangan global seperti perubahan iklim, penipisan sumber daya alam, serta meningkatnya volume limbah. Dalam paparannya, Prof. Susilaningih menekankan pentingnya prinsip ekonomi sirkular, yaitu mengurangi, menggunakan kembali, dan mendaur ulang (reduce, reuse, recycle), serta mendorong pemanfaatan limbah rumah tangga menjadi produk bermanfaat seperti kompos, pengolahan minyak jelantah, dan eco-enzyme. Jepang juga disorot sebagai salah satu negara yang menargetkan netralitas karbon pada tahun 2050, melalui transisi energi bersih dan sistem daur ulang yang semakin maju.

Materi berikutnya disampaikan oleh Dr. Sri Sumaryati, yang mengangkat topik pengeluaran bijak dan manajemen anggaran. Materi ini sangat relevan bagi masyarakat Indonesia yang tinggal di Jepang, mengingat tingginya biaya hidup serta tuntutan untuk tetap membantu keluarga di Indonesia. Dr. Sri menekankan pentingnya memahami alur pengeluaran, mengelola emosi saat berbelanja, serta membangun kebiasaan konsumsi yang lebih sadar dan berkelanjutan. Diskusi juga mengaitkan perilaku keuangan individu dengan dampaknya terhadap lingkungan global.

Diskusi interaktif menunjukkan bahwa peserta sangat antusias membahas tantangan keseharian, mulai dari pengelolaan keuangan keluarga, perbedaan budaya konsumsi, hingga peluang menerapkan gaya hidup ramah lingkungan dalam konteks diaspora.

Sebagai tindak lanjut, Tim PkM UMS–UNS bersama PCIM Jepang dan Prime News merencanakan:

  1. Pelaksanaan sesi offline pada awal Februari sebagai bagian dari rangkaian kolaborasi, dan

  2. Penyelenggaraan sesi online lanjutan setelah kegiatan kick-off ini.

Melalui kegiatan ini, diharapkan terbangun kolaborasi berkelanjutan yang tidak hanya memperkuat jejaring internasional, tetapi juga menghadirkan solusi nyata bagi isu lingkungan dan literasi keuangan di tingkat komunitas.

Scroll to Top