Tim dosen Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) melaksanakan kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) Kemitraan Internasional secara luring pada Minggu, 1 Februari 2026, bertempat di Masjid Indonesia Tokyo. Kegiatan ini dihadiri oleh diaspora Indonesia yang sedang berdomisili di Tokyo, baik sebagai mahasiswa maupun pekerja migran bersama keluarganya.


Kegiatan diawali dengan materi dari Dr. Suranto, M.Pd. tentang Literasi Kewirausahaan Berkelanjutan berbasis Green Economy. Pada sesi ini, peserta tidak hanya mendapatkan pemahaman konsep, tetapi juga diajak melakukan praktik penyusunan Business Model Canvas versi green economy, sehingga peserta dapat langsung memetakan ide usaha yang ramah lingkungan dan berkelanjutan.
Materi kedua disampaikan oleh Fiska Puspa Arinda, M.Psi. dengan topik Parenting Islami untuk Diaspora Jepang, yang mengangkat berbagai tantangan pengasuhan anak di negara perantauan, mulai dari perbedaan budaya, bahasa, hingga lingkungan sosial. Sesi ini dikemas secara interaktif melalui studi kasus dan diskusi, sehingga peserta dapat saling berbagi pengalaman dan solusi.


Selanjutnya, Dr. Dhany Efita Sari, M.Pd., Ph.D. bersama Isnaya Arina Hidayati, S.Pdi., M.Psi. menyampaikan materi Mindful Spending. Topik ini menyoroti fenomena konsumsi berlebihan yang kerap terjadi di kalangan pekerja migran apabila tidak disertai kesadaran dalam mengelola keuangan. Peserta diajak melakukan refleksi melalui buku mindful spending, untuk mengevaluasi kebiasaan belanja dan merancang pengelolaan keuangan yang lebih sehat.


Materi keempat disampaikan oleh Rochman Hadi Mustofa, S.Pd., Gr., M.Pd. tentang Investasi Syariah sebagai Pengelolaan Aset Diaspora. Dalam sesi ini dibahas pentingnya literasi investasi yang aman, legal, dan sesuai syariat, sekaligus mengingatkan maraknya kasus diaspora yang terjebak investasi bodong. Peserta diberikan gambaran mengenai prinsip dasar investasi syariah dan cara mengenali instrumen yang kredibel.


Meskipun kegiatan semula direncanakan diikuti sekitar 40 peserta, pada pelaksanaannya hadir kurang lebih 25 peserta, karena sebagian diaspora memiliki agenda lain. Namun demikian, suasana kegiatan tetap hangat dan penuh makna, dengan banyak cerita dan diskusi dari peserta terkait pengalaman hidup, studi, dan bekerja di Jepang.


Kegiatan ini menjadi bukti nyata komitmen UMS dalam menghadirkan pengabdian masyarakat lintas negara yang menyentuh kebutuhan riil komunitas diaspora, sekaligus memperkuat jejaring internasional berbasis nilai keislaman, keberlanjutan, dan pemberdayaan ekonomi.