Program Studi Pendidikan Akuntansi UMS Gelar Review Eksternal Revitalisasi Kurikulum Bersama Pakar Universitas Negeri Malang

Program Studi Pendidikan Akuntansi FKIP Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) melaksanakan review eksternal revitalisasi kurikulum bersama Prof. Bambang Sugeng dari Universitas Negeri Malang pada Senin, 20 Juli 2026. Kegiatan yang diselenggarakan secara hybrid ini merupakan bagian dari rangkaian penyempurnaan kurikulum untuk memastikan dokumen yang disusun memiliki kualitas akademik, relevansi, dan kesesuaian dengan regulasi pendidikan tinggi serta kebutuhan dunia kerja.

Review eksternal menjadi tahapan penting setelah tim task force revitalisasi kurikulum sebelumnya memperoleh masukan dari jajaran Dekanat FKIP UMS dan mengikuti Camp Pendampingan Penyusunan Kurikulum yang difasilitasi oleh Lembaga Pengembangan Pendidikan dan Inovasi Pembelajaran (LPPIP) UMS. Melalui forum ini, rancangan kurikulum ditelaah secara komprehensif dari berbagai aspek, mulai dari profil lulusan, capaian pembelajaran lulusan (CPL), struktur mata kuliah, hingga keselarasan antar komponen kurikulum.

Dalam sesi diskusi, Prof. Bambang Sugeng memberikan sejumlah masukan strategis. Salah satu perhatian utama adalah penguatan profil lulusan agar secara eksplisit menggambarkan karakter lulusan yang ingin dibangun, terutama pada aspek soft skills atau generic skills. Menurut beliau, lulusan Pendidikan Akuntansi perlu memiliki identitas yang jelas sebagai individu yang adaptif terhadap perubahan, mampu belajar sepanjang hayat, serta siap menghadapi dinamika perkembangan teknologi dan dunia kerja. Karakter tersebut perlu tercermin secara nyata dalam rumusan profil lulusan, bukan hanya tersirat dalam struktur mata kuliah.

Beliau juga menekankan bahwa pencapaian kompetensi soft skills pada dasarnya dibangun melalui proses dan pengalaman pembelajaran, bukan semata-mata melalui bahan kajian. Oleh karena itu, desain pembelajaran perlu memberikan ruang yang lebih besar bagi mahasiswa untuk mengembangkan kemampuan berpikir kritis, komunikasi, kolaborasi, kepemimpinan, pemecahan masalah, serta kemampuan beradaptasi sebagai karakter utama lulusan abad ke-21.

Masukan penting lainnya berkaitan dengan Program Educational Objectives (PEO). Prof. Bambang Sugeng menjelaskan bahwa PEO pada hakikatnya merupakan tujuan pendidikan yang menggambarkan profil lulusan yang ingin dihasilkan melalui proses pembelajaran. Dengan demikian, apabila rumusan profil lulusan telah disusun secara komprehensif dan jelas, keberadaan PEO tidak perlu dipisahkan karena memiliki substansi yang serupa. Penyederhanaan tersebut diharapkan mampu membuat dokumen kurikulum menjadi lebih efektif dan mudah dipahami.

Selain itu, beliau juga mengingatkan pentingnya memastikan seluruh rumusan Capaian Pembelajaran Lulusan (CPL) telah memenuhi standar minimal Level 6 Kerangka Kualifikasi Nasional Indonesia (KKNI) dan Standar Nasional Pendidikan Tinggi (SN-Dikti). Konsistensi penggunaan istilah juga menjadi perhatian, sehingga penggunaan terminologi CPL disarankan digunakan secara konsisten tanpa bergantian dengan istilah Program Learning Outcomes (PLO) untuk menghindari kerancuan dalam dokumen kurikulum.

Diskusi berlangsung secara dinamis dan konstruktif dengan melibatkan seluruh tim task force revitalisasi kurikulum. Berbagai rekomendasi yang disampaikan menjadi bahan penyempurnaan sebelum dokumen kurikulum memasuki tahap finalisasi. Proses ini menunjukkan komitmen Program Studi Pendidikan Akuntansi FKIP UMS dalam mengembangkan kurikulum yang tidak hanya memenuhi standar nasional, tetapi juga mampu menghasilkan lulusan yang adaptif, profesional, dan memiliki daya saing tinggi di era transformasi digital.

Melalui keterlibatan pakar eksternal, Program Studi Pendidikan Akuntansi berharap kurikulum yang dihasilkan benar-benar mencerminkan kebutuhan masa depan, mengintegrasikan penguasaan kompetensi akademik dengan penguatan karakter, serta mampu membekali lulusan untuk berkiprah di dunia pendidikan, industri, maupun bidang kewirausahaan dengan tetap menjunjung nilai-nilai keilmuan dan kemanusiaan.

Scroll to Top